Pentamedianetwork.com, MALANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dunia pendidikan Indonesia. Ahmad Kautsar Al Ramadhani, siswa MAN 2 Kota Malang, sukses meraih medali perunggu (bronze medal) pada ajang International Chemistry Olympiad (IChO) yang diselenggarakan di Uzbekistan. Keberhasilan tersebut semakin mengukuhkan MAN 2 Kota Malang sebagai salah satu madrasah yang konsisten melahirkan siswa berprestasi di tingkat internasional.
Kautsar menjadi satu dari empat wakil Indonesia yang tampil dalam kompetisi kimia paling bergengsi di dunia itu. Bersama rekan-rekannya, ia bersaing dengan peserta dari sekitar 90 negara. Tim Indonesia berhasil membawa pulang prestasi membanggakan dengan raihan tiga medali perak dan satu medali perunggu yang dipersembahkan oleh Kautsar.
Atas capaian tersebut, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Malang, KH Ahmad Shamthon Masduki, menyampaikan apresiasi dan rasa bangga yang mendalam.
“Saya mengucapkan selamat dan sukses kepada Mas Kautsar yang berhasil meraih medali perunggu dalam International Chemistry Olympiad di Uzbekistan. Prestasi ini sangat membanggakan, tidak hanya bagi MAN 2 Kota Malang, tetapi juga bagi Kota Malang dan Indonesia,” ujarnya.
Menurutnya, prestasi internasional tersebut menjadi bukti bahwa madrasah mampu mencetak generasi unggul yang mampu bersaing di level dunia. Ia berharap keberhasilan Kautsar menjadi motivasi bagi seluruh siswa untuk terus mengembangkan potensi akademik maupun karakter.
“Semoga prestasi ini menjadi bagian dari kesuksesan MAN 2 Kota Malang dan menjadi penyemangat bagi seluruh keluarga besar madrasah untuk terus mengukir prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang,” tambahnya.
Pembinaan Intensif Jadi Kunci
Ditemui usai kembali ke Tanah Air di Bandara Abdulrachman Saleh Malang, Selasa (21/7/2026), Kautsar mengungkapkan bahwa keberhasilannya tidak diraih secara instan. Ia menyebut program pembinaan intensif yang diterapkan MAN 2 Kota Malang menjadi faktor utama keberhasilannya.
“Di MAN 2 Kota Malang ada program pembinaan intensif. Mulai dari persiapan tingkat kota, provinsi, hingga nasional (OSN), kami dibimbing dari pukul 08.00 pagi sampai 17.00 WIB setiap hari untuk pendalaman materi dan latihan soal,” tutur Kautsar.
Selain disiplin mengikuti pembinaan di sekolah, ia juga memiliki pola belajar yang seimbang ketika berada di rumah. Menurutnya, memahami kembali materi yang belum dikuasai jauh lebih penting daripada sekadar menghafal.
“Di rumah saya lebih banyak me-review materi yang belum dipahami. Kemudian menyempatkan waktu untuk refreshing seperti bermain musik atau game agar pikiran tetap segar,” katanya.
Bagi Kautsar, menjaga keseimbangan antara belajar dan beristirahat menjadi salah satu kunci untuk tetap fokus menghadapi kompetisi tingkat dunia.

Dukungan Orang Tua dan Guru
Keberhasilan tersebut juga disambut haru oleh sang ayah, Andika, yang menjemput putranya di Bandara Abdulrachman Saleh. Ia mengaku bersyukur atas pencapaian yang diraih anaknya setelah melalui proses panjang dan penuh perjuangan.
“Kami mendukung semua yang dilakukan anak-anak. Tentunya rasa syukur tak terhingga atas prestasi yang diraih anak saya,” ungkap Andika.
Ia menilai keberhasilan Kautsar tidak lepas dari peran besar para guru dan pembimbing di MAN 2 Kota Malang yang selama ini memberikan pendampingan secara intensif. Sekaligus juga membentuk karakter disiplin dan mandiri.
Bagi Kautsar sendiri, medali perunggu yang diraihnya bukan sekadar pencapaian pribadi. Melainkan buah dari kerja keras bersama seluruh pihak yang selalu memberikan dukungan.
“Prestasi ini adalah hasil dari kerja keras, bimbingan para guru, dukungan sekolah, doa orang tua, dan semua pihak yang selalu mendampingi saya,” ujarnya.
Keberhasilan Ahmad Kautsar Al Ramadhani di ajang International Chemistry Olympiad menjadi bukti bahwa kualitas pendidikan madrasah mampu bersaing di tingkat global. Prestasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda Indonesia untuk terus belajar, berinovasi, dan percaya diri menembus kompetisi internasional, sekaligus membawa nama bangsa semakin diperhitungkan di dunia.

