Pentamedianetwork.com — Kabar duka datang dari dunia dakwah Banten. Penceramah sekaligus pimpinan Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah, KH Ahmad Fudholi, meninggal dunia pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 11.57 WIB. Ia meninggal setelah menjalani perawatan akibat kecelakaan lalu lintas di Jalan Tol Tangerang-Merak.
Kabar wafatnya KH Ahmad Fudholi dikonfirmasi oleh Sekretaris Umum MUI Kabupaten Tangerang, KH Nur Alam. Informasi tersebut juga disampaikan pihak keluarga kepada para jemaah pengajian.
Kronologi Kecelakaan
Kecelakaan yang dialami KH Ahmad Fudholi terjadi pada Jumat (4/9/2026) sekitar pukul 03.00 WIB di KM 63+800 B, wilayah Kabupaten Serang, Banten. Saat itu, ia bersama sopirnya, DS, sedang dalam perjalanan menuju Tangerang setelah menghadiri kegiatan keagamaan di Cikaduen, Kabupaten Pandeglang.
Mobil Mitsubishi Pajero Sport bernomor polisi A 1199 ZZ yang ditumpangi keduanya menabrak bagian belakang dump truck yang sedang berhenti di bahu jalan karena mengalami gangguan. Kecelakaan tersebut menyebabkan bagian depan mobil mengalami kerusakan parah. Polisi mengonfirmasi terdapat dua korban dalam kecelakaan tersebut, yakni KH Ahmad Fudholi dan pengemudinya.
Keduanya kemudian dibawa ke Rumah Sakit Hermina Ciruas untuk mendapatkan perawatan. Pada awal masa perawatan, kondisi KH Ahmad Fudholi sempat dilaporkan membaik dan sudah sadar. Pihak keluarga juga meminta masyarakat tidak menyebarkan video kondisi almarhum selama menjalani perawatan dan mengimbau agar jemaah memberikan dukungan melalui doa.
Baca juga:
Syahrini Ungkap Perjuangan Punya Anak, Dua Kali Keguguran Termasuk Hamil Kembar
Setelah menjalani perawatan lebih lanjut, KH Ahmad Fudholi akhirnya mengembuskan napas terakhir pada Senin (7/9/2026) di RSUD Kabupaten Tangerang. Kabar wafatnya kemudian menyebar di kalangan keluarga, santri, dan jemaah.
KH Ahmad Fudholi dikenal sebagai penceramah yang aktif mengisi berbagai kegiatan keagamaan di Banten dan sekitarnya. Ia juga merupakan pimpinan Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah di Kabupaten Tangerang.
Kepergiannya mendapat perhatian dari masyarakat dan jemaah. Ribuan orang dilaporkan turut mengantar jenazah almarhum di lingkungan Pondok Pesantren Al-Hijaiyyah.
Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga serta para jemaah yang ditinggalkan diberikan ketabahan.


