Pentamedianetwork.com — Nadzira Shafa menjadi sorotan setelah perubahan gaya penampilannya di media sosial. Penyanyi sekaligus selebgram tersebut kini lebih sering tampil dengan busana kasual, berbeda dari penampilannya yang sebelumnya identik dengan gamis dan jilbab panjang.
Perubahan tersebut kemudian memunculkan beragam komentar dari warganet. Salah satunya menyebut Nadzira “telat nakal” setelah berhasil menurunkan berat badan.
Nadzira membantah anggapan tersebut melalui unggahan di Threads pada 2 September 2026. Ia menegaskan perubahan penampilan bukan dilakukan untuk memamerkan bentuk tubuh.
“Ada yang bilang aku telat nakal, karena berhasil diet pengen memperlihatkan bentuk tubuh. Itu gak bener yah sahabatku,” tulis Nadzira.
Ia juga mengungkapkan bahwa dirinya telah mengenal gaya berpakaian tersebut sebelum menikah dengan mendiang Ameer Azzikra.
“Kalo telat nakal jaman sebelum kenal Alm Amer aku nakal mampussss, tanya aja temen kuliah aku di Mercu, baju crop top, tank top… aku udah puas pake banyak hal baju mini,” ujarnya.
Alasan Nadzira Menjalani Diet
Nadzira menjelaskan bahwa keputusan menurunkan berat badan bukan semata-mata untuk mengubah penampilan. Ia mengaku pernah didiagnosis mengalami obesitas tingkat satu pada 2025.
“Jadi sebenarnya tahun 2025 aku tuh terkenal obesitas tingkat satu. Dan memang lemaknya itu di dalam,” katanya.
Ia kemudian mengaitkan keputusannya menjaga berat badan dengan pengalaman kesehatan mendiang Ameer.
“Dan kakak ingat kan almarhum waktu itu meninggal karena apa? Iya. Beliau fatty liver. Itu yang sebenarnya ngedorong aku untuk jadi lebih kurus. Karena untuk menjaga aja sih, kayak aku nggak mau punya penyakit yang sama,” jelasnya.
Sebelumnya, Nadzira juga pernah mengungkap bahwa program dietnya dibantu oleh dokter gizi. Pernyataan tersebut turut disampaikan melalui media sosial pada Juni 2026.
Baca juga:
Syahrini Ungkap Perjuangan Punya Anak, Dua Kali Keguguran Termasuk Hamil Kembar
Nadzira Bicara soal Kehilangan Ameer
Selain persoalan penampilan dan kesehatan, Nadzira juga menyinggung kondisi emosionalnya setelah kehilangan Ameer. Ia mengaku masih merasakan kelelahan dalam menjalani kehidupan setelah kepergian sang suami.
“Aku selalu merasa kelelahan… Karena mau bagaimanapun aku dituntut untuk menjadi sosok yang disayangi orang,” ujarnya.
Nadzira kemudian menggambarkan perjalanan hidupnya setelah kehilangan Ameer dengan sebuah metafora.
“Tapi mau bagaimanapun kan aku dibimbingnya cuman 172 hari. Tapi aku kan terombang-ambingnya ribuan hari.”
Pernikahan Nadzira dan Ameer Azzikra memang berlangsung selama 172 hari sebelum Ameer meninggal dunia. Kisah tersebut kemudian menjadi dasar bagi karya 172 Days yang ditulis Nadzira.
Klarifikasi Nadzira mengenai perubahan penampilan dan perjalanan dietnya kini kembali menjadi perhatian publik setelah komentar mengenai gaya berpakaiannya ramai diperbincangkan di media sosial.


