Pentamedianetwork.com – Komedian Fajar Labatjo atau yang dikenal sebagai Fajar Sadboy berhasil membeli rumah pertamanya di kawasan Bekasi pada usia 19 tahun. Setelah sekitar empat tahun merantau dan bekerja di industri hiburan Jakarta, ia akhirnya memiliki hunian sendiri yang kini ditempati bersama keluarganya.
Menariknya, Fajar tidak mengejar kemewahan di seluruh bagian rumah. Ia justru memberikan perhatian khusus pada pencahayaan ruang tamu agar terlihat lebih mewah, sementara bagian rumah lainnya tetap dibuat sederhana.
Rumah satu lantai tersebut mengusung desain minimalis dengan fasad berdinding roster, teras yang cukup lapang, dan interior dominan putih. Area tengah rumah dibuat terbuka, sedangkan dapur berada di bagian belakang dengan kitchen set berwarna cokelat. Hunian itu juga dilengkapi beberapa kamar tidur dan satu ruangan yang disiapkan sebagai studio pribadi.
Fajar membeli rumah dalam kondisi siap huni, kemudian melakukan renovasi agar tempat tinggal tersebut lebih nyaman sebelum ditempati bersama keluarganya pada akhir September 2026.
Fajar Sadboy Utamakan Lampu Ruang Tamu
Saat ditanya mengenai konsep rumah barunya, Fajar memberikan jawaban yang tidak biasa. Baginya, kesan mewah tidak harus hadir pada seluruh bangunan, tetapi cukup pada bagian yang menjadi perhatian utama ketika tamu datang.
“Konsepnya mewah. Mewah bukan rumahnya, tapi lampunya,” ujarnya saat ditemui di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, dikutip dari Liputan6.
Ia menjelaskan bahwa lampu di bagian depan dan ruang tamu menjadi elemen yang ingin dibuat lebih menonjol dibandingkan bagian rumah lainnya.
“Lampu di depan aja, lampu ruang tamu itu menurut aku mewah. Jadi kayak ada lampu-lampu mewah-mewah gitu nggak apa-apa. Di kamar aku atau di tempat lain nggak mewah, yang penting untuk ruang tamu lampunya mewah gitu,” tambahnya.
Fajar juga memiliki pandangan tersendiri mengenai kenyamanan sebuah rumah. Ia tidak menganggap bangunan besar sebagai satu-satunya ukuran kemewahan, sebab suasana di dalamnya juga menjadi hal penting baginya.
“Nggak apa-apa rumah sederhana, yang penting banyak orang daripada rumah gede tapi kesepian,” tegasnya, dikutip dari Detik.
Ia bahkan menggambarkan tamu sebagai sosok yang perlu mendapat perhatian khusus ketika berkunjung.
“mewah itu adalah bintang tamu itu adalah rajanya,” dikutip dari Liputan6.
Baca juga:
Celine Evangelista Berencana Pindah ke Madinah Bersama Anak-anak
Rumah Pertama untuk Keluarga, Terutama Sang Ibu
Sebelum memiliki rumah sendiri, Fajar dan keluarganya tinggal di rumah kontrakan selama bertahun-tahun. Karena itu, kepemilikan rumah baru menjadi pencapaian personal yang berarti baginya.
“Alhamdulillah ini rumah aku. Dari dulu emang nggak ada rumah. Ngontrak selama bertahun-tahun, bisa kebeli rumah. Nggak nyangka ya,” kata Fajar saat menggelar syukuran, dikutip dari Detik.
Rumah tersebut juga menjadi tempat tinggal baru bagi sang ibu. Fajar mengungkapkan kebahagiaannya karena akhirnya bisa menyediakan hunian sendiri untuk keluarganya.
“Alhamdulillah akhirnya bisa beli rumah dan sudah bisa ditempatin mama,” ujarnya di program FYP Trans7, dikutip dari Detik.
Menurut Fajar, pencapaian tersebut tidak terlepas dari doa sang ibu dan kebiasaannya menabung sejak pertama kali merantau ke Jakarta.
“Alhamdulillah ya, bersyukur. Pertama, senang banget bisa satu per satu bisa tercapai berkat doa ibu semuanya,” katanya di Studio Pagi-Pagi Ambyar, Trans TV, dikutip dari Detik.
Di tengah kabar mengenai rumah barunya, sempat beredar rumor bahwa hunian tersebut bernilai Rp15 miliar. Namun, Fajar membantah kabar tersebut tanpa mengungkapkan harga sebenarnya.
“Enggak sampai (Rp15 miliar),” tegasnya, dikutip dari JPNN.
Saat ini, rumah tersebut telah dilengkapi sejumlah barang kebutuhan dasar, seperti televisi hadiah dari sahabatnya, Amanda Manopo, kasur, bantal, dan gitar-gitar miliknya. Fajar berencana melengkapi perabotan secara bertahap sesuai kemampuan finansial. Ia juga masih menabung untuk menyiapkan studio gaming mini di kamar pribadinya.
Bagi Fajar, rumah baru itu bukan sekadar hasil kerja keras selama merintis karier di industri hiburan. Hunian tersebut menjadi tempat bagi dirinya dan keluarga untuk memulai kehidupan baru, tanpa harus mengutamakan kemewahan di setiap sudut bangunan.


