Jerome Polin hingga Charly Van Houten, Respons Selebritas di Tengah Polemik Raffi AhmadJerome Polin, Raffi Ahmad. (Instagram)

Pentamedianetwork.com – Gelombang kritik dan seruan boikot terhadap Raffi Ahmad setelah kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda di Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 29 Oktober 2026 turut memicu perhatian terhadap sejumlah figur publik. Beberapa nama, seperti Jerome Polin dan Fadil Jaidi, menjadi sorotan setelah aktivitas mereka di media sosial dikaitkan dengan polemik tersebut. Di sisi lain, Irfan Hakim dan Charly Van Houten juga menunjukkan respons yang berbeda terhadap situasi yang dihadapi Raffi.

Jerome Polin dan Fadil Jaidi Jadi Sorotan

Nama Jerome Polin menjadi perbincangan setelah ia mengunggah sindiran melalui akun Threads miliknya pada Jumat (30/10/2026).

“Disuruh melawan hoax sama yang bikin hoax,” tulis Jerome dalam unggahannya. Pernyataan tersebut ramai dikaitkan dengan kontroversi Deklarasi Sumpah Pemuda yang dihadiri Raffi Ahmad.

Jerome juga dikabarkan tidak lagi mengikuti akun Instagram Raffi Ahmad. Kabar tersebut memicu perdebatan di kalangan warganet, terutama setelah sebagian pengguna media sosial mengungkit kolaborasi keduanya pada masa lalu.

Pada Senin (2/11/2026), Jerome kembali menarik perhatian setelah menulis, “Nobody can buy my integrity,” melalui Threads. Meski muncul di tengah polemik tersebut, ia tidak menyebut nama Raffi maupun menjelaskan secara spesifik konteks pernyataannya.

Sementara itu, selebgram Fadil Jaidi turut menjadi sorotan setelah dikabarkan membagikan ulang sebuah konten yang berisi kritik terhadap Raffi Ahmad melalui Instagram Story. Tindakan tersebut memancing reaksi warganet karena Fadil selama ini dikenal memiliki hubungan pertemanan yang dekat dengan Raffi.

Namun, unggahan ulang tersebut tidak serta-merta menjadi pernyataan terbuka Fadil mengenai seluruh persoalan yang tengah berkembang.

Luna Maya Luruskan Maksud Komentarnya

Nama Luna Maya sempat ikut terseret setelah komentarnya,

“Damn ini memalukan,” pada sebuah unggahan terkait polemik Deklarasi Sumpah Pemuda ramai ditafsirkan sebagai sindiran terhadap Raffi Ahmad.

Namun, Luna kemudian memberikan klarifikasi. Ia menegaskan tidak menyebut nama Raffi dan menjelaskan bahwa komentarnya ditujukan kepada pihak yang membuat acara serta membawa peserta yang disebut sebagai mahasiswa palsu.

Klarifikasi tersebut penting untuk membedakan komentar Luna terhadap penyelenggaraan acara dari anggapan bahwa ia secara langsung mengkritik Raffi Ahmad.

Irfan Hakim dan Charly Van Houten Beri Respons Berbeda

Di tengah ramainya kritik terhadap Raffi, presenter Irfan Hakim memperlihatkan kedekatannya dengan sahabatnya tersebut melalui unggahan di TikTok.

Irfan membagikan video kebersamaannya dengan Raffi saat menjalankan ibadah umrah di Tanah Suci. Dalam video itu, keduanya terlihat berdoa di hadapan Kakbah, kemudian berjabat tangan dan berpelukan.

Unggahan tersebut diiringi lagu “Sahabat Tak Akan Pergi” yang dinyanyikan Betrand Peto. Meski tidak disertai penjelasan panjang, video itu mendapat perhatian karena memperlihatkan hubungan persahabatan keduanya di tengah polemik yang sedang berlangsung.

Respons lain datang dari musisi Charly Van Houten. Melalui akun Instagram pribadinya, vokalis Setia Band tersebut menyampaikan keprihatinan terhadap polemik yang menyeret Raffi.

Charly mengaku tidak memiliki hubungan bisnis maupun kepentingan pribadi dengan Raffi. Ia juga menegaskan bahwa pernyataannya bukan dimaksudkan untuk membela pihak tertentu.

Meski demikian, Charly mengajak masyarakat memahami persoalan secara utuh sebelum memberikan penilaian. Ia juga menilai Raffi tetap perlu melakukan introspeksi dan menyatakan bahwa setiap kesalahan harus dikritik serta dipertanggungjawabkan berdasarkan fakta yang jelas.

Baca juga:

Semeru Berstatus Siaga, Ini Wilayah yang Harus Dihindari Warga Lumajang

Berawal dari Kontroversi Deklarasi Sumpah Pemuda

Polemik yang menyeret Raffi Ahmad bermula dari kehadirannya dalam acara Deklarasi Sumpah Pemuda Mahasiswa Indonesia di kawasan Bundaran HI, Jakarta, pada 29 Oktober 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Polda Metro Jaya tersebut menuai kritik setelah muncul dugaan bahwa sejumlah peserta yang mengenakan atribut almamater bukan mahasiswa dari perguruan tinggi yang tertera pada atribut mereka.

Kontroversi semakin meluas setelah seorang peserta mengaku bukan mahasiswa dari kampus yang atributnya ia kenakan dan menyebut dirinya mendapat bayaran untuk mengikuti kegiatan tersebut.

Raffi kemudian memberikan klarifikasi bahwa kehadirannya hanya sebagai tamu undangan. Ia membantah terlibat dalam perencanaan maupun penyusunan acara dan menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul.

Dampak polemik kemudian meluas ke RANS Carnival yang berlangsung di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Sejumlah musisi, termasuk Tipe-X, Guyon Waton, Masdddho, dan OM Wawes, membatalkan penampilan mereka. Beberapa tenant UMKM juga memilih mundur, sementara suasana acara dilaporkan sepi pengunjung.

Perbedaan respons para figur publik tersebut memperlihatkan bagaimana polemik Raffi Ahmad berkembang menjadi perbincangan yang lebih luas di media sosial, mulai dari kritik terhadap penyelenggaraan acara hingga hubungan pertemanan di kalangan selebritas.

Author