Kim Jong Un Muncul di Pameran Setelah Rumor Kematian BeredarKim Jong Un. (Mil.ru / CC BY 4.0)

Pentamedianetwork.com – Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un muncul dalam laporan media resmi negaranya setelah rumor mengenai kematiannya menyebar di media sosial pada 19 Oktober 2026. Korean Central News Agency (KCNA) melaporkan bahwa Kim mengunjungi Pameran Nasional Pakaian dan Alas Kaki 2026 di Pyongyang pada Senin (19/10/2026), sehari sebelum laporan tersebut diterbitkan.

KCNA menulis,

“Kamerad yang Dihormati Kim Jong Un berkeliling lokasi pameran pakaian dan alas kaki di bidang industri ringan pada 19 Oktober.”

Laporan tersebut muncul di tengah rumor yang mengklaim Kim meninggal akibat pendarahan otak setelah mengalami koma dan dibawa ke Beijing untuk mendapatkan perawatan. The New York Post menyebut foto-foto yang dirilis media Korea Utara sebagai “foto bukti kehidupan” yang diterbitkan “setelah rumor liar bahwa diktator itu meninggal akibat pendarahan otak.”

Dalam foto yang dipublikasikan media pemerintah Korea Utara, Kim terlihat mengunjungi pameran bersama putrinya, Kim Ju-ae, dan istrinya, Ri Sol-ju. Ia tampak memeriksa produk alas kaki anak-anak serta pakaian yang dipamerkan. Times Now melaporkan bahwa foto-foto tersebut memperlihatkan Kim “memeriksa alas kaki anak-anak, memberi isyarat kepada para pejabat, dan menginspeksi mantel wanita.”

Menurut KCNA, pameran tersebut mengusung tema “Antusiasme untuk mengembangkan produk baru dan meningkatkan kualitasnya.” Acara itu menampilkan lebih dari 70.700 produk pakaian dari lebih dari 30 jenis serta lebih dari 170.000 pasang sepatu dari lebih dari 60 jenis. Produk-produk tersebut berasal dari lebih dari 270 unit produksi, termasuk pabrik yang dibangun di berbagai kota dan kabupaten.

Dalam kunjungan itu, Kim menyampaikan pandangannya mengenai perkembangan industri ringan dan kebijakan pembangunan regional.

“Ini merupakan bukti nyata atas validitas dan vitalitas kebijakan Partai yang bertujuan menghilangkan kesenjangan antara wilayah pusat dan daerah, serta antara perkotaan dan pedesaan, sekaligus mewujudkan pembangunan yang serentak dan seimbang di seluruh negeri,” ucap Kim dikutip Yonhap News Agency.

Baca juga:

Trump Bebaskan Rusia dari Tarif Tambahan, Undang-Undang Sanksi Tetap Berlaku

Yonhap melaporkan bahwa Kim “menyatakan kepuasan karena produk-produk yang dipamerkan menunjukkan perkembangan yang ‘cepat dan substansial’ di sektor industri ringan.” Sementara itu, NK News mencatat bahwa kemunculan Kim terjadi “di tengah gelombang rumor tanpa dasar mengenai kematiannya di media sosial.”

Rumor tersebut menyebar setelah Wanjun Xie, yang dikenal sebagai ketua China Democracy Party dan berbasis di Amerika Serikat, mengklaim bahwa Kim mengalami pendarahan otak, jatuh koma, kemudian meninggal setelah dibawa ke Beijing. Klaim itu juga disertai spekulasi mengenai pengerahan tentara China ke Pyongyang dan kemungkinan pergantian kepemimpinan. Namun, klaim-klaim tersebut tidak disertai bukti yang dapat diverifikasi secara independen.

Kemunculan Kim dalam laporan KCNA menunjukkan bahwa media resmi Korea Utara memberitakan aktivitas publiknya pada 19 Oktober. Meski demikian, foto yang dirilis media pemerintah tidak sama dengan verifikasi independen atas kondisi kesehatannya. Hingga laporan ini disusun, rumor kematiannya belum didukung bukti kredibel yang dapat diverifikasi.

Author