Pentamedianetwork.com — Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) memberhentikan seorang pegawai Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Bantul setelah videonya yang diduga mengejek korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, viral di media sosial.
Pegawai tersebut bernama Gerardus Permanaditya, yang diketahui menjabat sebagai pengawas keuangan di SPPG Muntuk, Dlingo, Bantul. Dalam video berdurasi sekitar 40 detik, Gerardus terlihat menyantap chicken katsu yang disebutnya sebagai sisa masakan sehari sebelumnya.
Di akhir video, ia berkata sambil tertawa,
“Gua makan chicken katsu masakan kemarin apakah masih enak? Oh tidak. Ingatanku hilang tujuh puluh persen.”
Pernyataan tersebut kemudian dikaitkan warganet dengan kondisi Febiona Purba, siswi asal Kabupaten Karo yang sebelumnya dikabarkan mengalami gangguan daya ingat setelah insiden dugaan keracunan MBG. Febiona bersama Agnesia Paruliana Silitonga sempat dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta untuk mendapatkan penanganan.
Namun, hasil pemeriksaan dokter RSCM pada 16 September menyatakan kondisi ingatan Febiona baik. Dokter menyebut memori jangka pendek maupun jangka panjangnya tidak menunjukkan gangguan.
BGN Pecat Pegawai SPPG
Koordinator Regional BGN DIY, Wirandita Gagat Widyatmoko, sebelumnya mengonfirmasi bahwa Gerardus merupakan pegawai SPPG di Dlingo dengan posisi sebagai pengawas keuangan.
Pada Senin (21/9/2026), Gagat menyatakan Gerardus telah diberhentikan.
“Kami menyayangkan adanya pernyataan tersebut. Setelah dilakukan penanganan sesuai ketentuan, yang bersangkutan telah diberhentikan,” kata Gagat dalam keterangannya, dikutip Senin (21/9/2026).
Menurut Gagat, kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi seluruh jajaran SPPG bahwa penyelenggara program MBG tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis, tetapi juga etika, empati, sensitivitas, dan tanggung jawab dalam berkomunikasi.
Baca juga:
25 Merek Beras Fortifikasi Ditarik, Bulog Diminta Perkuat Pasokan Beras Premium
Sebelumnya, Gerardus sempat membuat video klarifikasi dan menyampaikan permintaan maaf. Ia mengaku hanya bercanda saat menyantap chicken katsu dan tidak bermaksud menyinggung korban, program MBG, maupun pihak tertentu.
Kasus tersebut juga mendapat perhatian Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Melalui unggahan di akun Instagram @gibran_rakabuming pada Minggu (20/9/2026), Gibran menyayangkan pernyataan pegawai SPPG tersebut.
“Perkataan oknum SPPG ini sangat disayangkan. Mari kita bersama menjaga ruang publik yang aman dan ramah bagi semua. Jangan sampai anak-anak justru menjadi korban perundungan,” tulis Gibran.
Dalam unggahan yang sama, Gibran menyampaikan bahwa Agnesia dan Febiona telah kembali ke rumah masing-masing di Kabupaten Karo dan akan kembali bersekolah.


