Gerhana Matahari Total Terlama di Daratan Abad Ini Terjadi pada 2027, Ini FaktanyaIlustrasi gerhana matahari total dari Magnific.

Pentamedianetwork.com — Gerhana matahari total pada 2 Agustus 2027 diperkirakan berlangsung hingga 6 menit 23 detik di titik dengan durasi maksimum. Fenomena astronomi ini akan melintasi sejumlah wilayah di Afrika Utara dan Asia Barat, termasuk Mesir, sehingga menarik perhatian pengamat gerhana dari berbagai negara.

Berdasarkan katalog NASA Eclipse Web Site, titik puncak gerhana (greatest eclipse) berada di koordinat 25,5° LU dan 33,2° BT, dengan lebar jalur totalitas sekitar 258 kilometer. Puncak gerhana diperkirakan terjadi pada pukul 10.06.38 UTC atau 17.06.38 WIB. Katalog NASA mencatat data berikut.

“Durasi totalitas di titik pusat: 6 menit 23 detik. Lebar jalur: 258 kilometer. Titik puncak gerhana: 25,5° LU dan 33,2° BT,” demikian tercantum dalam katalog NASA Eclipse Web Site.

New Scientist dalam laporan pada 28 Agustus 2026 menyebut fenomena ini sebagai salah satu peristiwa gerhana yang sangat dinantikan.

“Pada 2 Agustus 2027, gerhana yang mungkin menjadi pengalaman seumur hidup ini akan melintasi sejumlah wilayah di Afrika Utara dan Asia Barat Daya. Di beberapa lokasi, fase totalitas akan berlangsung selama 6 menit 23 detik. Para pemburu gerhana bahkan telah menjulukinya sebagai ‘gerhana abad ini’,” tulis New Scientist.

Meski durasi maksimum gerhana pada 2027 lebih pendek dibandingkan gerhana 22 Juli 2009 yang mencapai 6 menit 39 detik, fenomena mendatang menawarkan kesempatan untuk menyaksikan totalitas dalam durasi panjang dari sejumlah lokasi di daratan. Kontributor Space.com Jamie Carter menjelaskan keistimewaan gerhana tersebut dalam pernyataan yang dikutip Interesting Engineering pada 10 Oktober 2026.

“Durasi maksimum gerhana 2027 hanya 4 persen lebih singkat dibandingkan gerhana pada 2009, tetapi jalurnya melintasi daratan dengan kondisi langit yang termasuk paling cerah dan dapat diandalkan di dunia,” kata kontributor Space.com Jamie Carter, seperti dikutip Interesting Engineering pada 10 Oktober 2026.

Carter menyebut fenomena tersebut sebagai “gerhana terlama abad ini di daratan”.

Jalur totalitas akan melintasi Samudra Atlantik, kawasan Selat Gibraltar, selatan Spanyol, Maroko, Aljazair, Tunisia, Libya, Mesir, Arab Saudi, Yaman, hingga Somalia. Luxor di Mesir menjadi salah satu lokasi yang banyak menarik perhatian karena durasi totalitasnya diperkirakan mencapai sekitar 6 menit 20 detik.

Baca juga:

BMKG Update Gempa Kepulauan Seribu Jadi M 6,5, Dirasakan hingga Yogyakarta dan Padang

Laporan Sky & Telescope menyebut Luxor sebagai salah satu lokasi dengan durasi totalitas yang panjang.

“Di Luxor, pengamat akan mengalami kegelapan selama 6 menit 20 detik,” menurut laporan Sky & Telescope.

Pemerintah Spanyol juga telah membentuk komisi lintas kementerian untuk mengoordinasikan persiapan rangkaian gerhana pada 2026–2028, termasuk aspek keselamatan, mobilitas, dan promosi pariwisata. Sementara itu, sejumlah operator perjalanan dan pengamat gerhana telah menyiapkan perjalanan khusus untuk menyaksikan fenomena 2027.

Indonesia tidak berada di jalur totalitas. Masyarakat di sejumlah wilayah hanya dapat menyaksikan gerhana sebagian, dengan tingkat penutupan Matahari yang berbeda-beda. Berdasarkan perkiraan timeanddate, penutupan piringan Matahari di Medan mencapai sekitar 38 persen dan di Padang sekitar 39 persen. Di Jakarta, fenomenanya jauh lebih kecil dan berlangsung ketika Matahari mendekati waktu terbenam.

Gerhana 2027 termasuk dalam seri Saros 136. Fenomena ini menawarkan durasi totalitas yang sangat panjang, yang menurut Sky & Telescope tidak akan tertandingi oleh gerhana matahari total berikutnya hingga 2114.

Untuk mengamati fase sebagian, masyarakat harus menggunakan kacamata gerhana yang memenuhi standar ISO 12312-2. Kacamata tersebut tetap perlu digunakan saat Matahari belum tertutup sepenuhnya oleh Bulan.

Author