Patrick Stewart Meninggal Dunia, Dikenang atas Perjuangan Melawan Kekerasan DomestikFoto: Anders Krusberg/Wikimedia Commons (CC BY 2.0)

Pentamedianetwork.com – Sir Patrick Stewart, aktor legendaris pemeran Captain Jean-Luc Picard dalam Star Trek: The Next Generation dan Professor Charles Xavier di X-Men, meninggal dunia pada Rabu (28/10/2026) di rumahnya di Los Angeles dalam usia 86 tahun. Keluarga mengumumkan bahwa ia meninggal setelah “perjalanan singkat namun menyentuh dengan penyakit Alzheimer dan Lewy body dementia.” Di balik karier panggung dan layar selama enam dekade, Stewart juga meninggalkan warisan melalui dedikasinya dalam memperjuangkan perlindungan korban kekerasan dalam rumah tangga.

Stewart menjadi patron Refuge, organisasi perlindungan korban kekerasan domestik di Inggris, sejak 2007. Keterlibatannya berangkat dari pengalaman masa kecil di Mirfield, Yorkshire, ketika ia kerap menyaksikan ayahnya, Alfred Stewart, melakukan kekerasan terhadap ibunya, Gladys.

“Ayahku adalah pria yang marah, tidak bahagia, dan frustrasi yang tidak mampu mengendalikan emosinya maupun tangannya. Sebagai anak, aku menyaksikan kekerasan berulang terhadap ibuku,” tulis Stewart dalam esai pribadi di The Guardian pada 2009.

Pengalaman tersebut membuat Stewart dan kakaknya, Trevor, berusaha melindungi sang ibu meski masih anak-anak. “Insting kekanakanku adalah melindungi ibuku, tapi pria yang menyakitinya adalah ayahku, yang ku hormati, kagumi, dan takuti,” tulisnya, dikutip dari IBTimes UK.

Dampak pengalaman masa kecil itu terus membekas hingga ia dewasa. Dalam wawancara dengan The Telegraph pada 2020, Stewart mengungkapkan bahwa dirinya masih menjalani terapi secara rutin meski telah berusia 80 tahun. “Saya berusia 80 tahun, dan saya masih menjalani terapi. Saya bertemu seseorang setiap minggu di Los Angeles, yang sudah saya temui secara berkala hampir 20 tahun. Saya masih mencari diri sendiri, masih bertanya pada diri sendiri,” ujarnya, dikutip dari The Telegraph.

Dedikasi untuk Korban Kekerasan Domestik

Ketika ditawari menjadi patron Refuge, Stewart menerima tanpa ragu. Ia menyebut keterlibatannya sebagai bentuk penghormatan kepada sang ibu sekaligus upaya membantu perempuan yang mengalami kekerasan serupa.

“Saya menerima demi ibu saya. Sebagai anak, sedikit yang bisa saya lakukan untuk membantunya. Tapi sekarang saya bisa memberi dukungan dan semangat kepada perempuan yang hidup dalam ketakutan yang sama seperti yang dialaminya,” tulisnya, dikutip dari The Guardian.

Stewart juga konsisten menyuarakan bahwa kekerasan domestik merupakan tindakan yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab pelaku. “Kekerasan selalu merupakan pilihan yang dibuat seorang pria dan dia sendirilah yang bertanggung jawab atasnya,” katanya, dikutip dari Digital Spy.

Ketua dewan pengurus Refuge, Hetti Barkworth-Nanton, turut menyampaikan penghormatan setelah kabar kematian Stewart. Ia mengenang dedikasi sang aktor yang telah membantu meningkatkan kesadaran publik mengenai kekerasan domestik.

“Patrick menjadi duta Refuge pada 2007, dan saya beruntung menyaksikan dedikasi serta semangatnya yang tiada habis terhadap isu ini. Ia mengatakan kepada saya bahwa ia melakukan pekerjaan ini untuk menghormati ibunya. Dengan meminjamkan suaranya, ia meningkatkan kesadaran yang sangat dibutuhkan dan meruntuhkan sekat serta tabu seputar isu tersebut,” ujarnya, dikutip dari The Independent.

Selain menjadi patron, Stewart juga aktif berbicara di berbagai forum, termasuk di hadapan kelompok laki-laki berpengaruh. Ia mendorong laki-laki untuk ikut bertanggung jawab dalam mencegah kekerasan domestik dan memandang persoalan tersebut sebagai masalah yang perlu melibatkan laki-laki dalam penyelesaiannya.

Baca juga:

Kim Jong Un Muncul di Pameran Setelah Rumor Kematian Beredar

Warisan yang Melampaui Dunia Akting

Dedikasi Stewart terhadap isu kekerasan domestik berjalan berdampingan dengan karier aktingnya yang berlangsung selama puluhan tahun. Ia dikenal melalui berbagai peran di panggung dan layar, terutama sebagai Captain Jean-Luc Picard dalam Star Trek serta Professor Charles Xavier dalam waralaba X-Men.

Pengalaman pribadinya yang dibagikan secara terbuka turut membuka ruang diskusi mengenai dampak kekerasan domestik terhadap anak-anak yang menyaksikannya. Stewart juga menyoroti pentingnya dukungan bagi korban serta keberanian masyarakat untuk tidak membiarkan kekerasan terus tersembunyi di balik pintu rumah.

Bagi Stewart, panggung pernah menjadi tempat yang lebih aman dibandingkan rumahnya saat kecil. Melalui keterlibatannya bersama Refuge, ia kemudian menggunakan pengaruh dan suaranya untuk membantu menciptakan ruang aman bagi perempuan dan anak-anak yang mengalami kekerasan.

Author