Pentamedianetwork.com — Perundungan atau bullying di sekolah masih menjadi masalah yang dapat memengaruhi kondisi fisik, mental, kehidupan sosial, hingga prestasi akademik anak.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC), perundungan merupakan perilaku agresif yang tidak diinginkan dari anak atau kelompok anak lain, melibatkan ketidakseimbangan kekuasaan nyata atau yang dirasakan, serta terjadi berulang kali atau berpotensi berulang.
Tidak semua anak berani menceritakan pengalaman perundungan kepada orang tua. Rasa malu, takut, atau khawatir keadaan semakin buruk dapat membuat anak memilih diam. Karena itu, orang tua perlu memperhatikan perubahan pada anak.
Tanda Anak Mungkin Mengalami Bullying
1. Muncul luka atau barang pribadi rusak
Memar, goresan, luka, atau cedera yang tidak dapat dijelaskan dapat menjadi salah satu tanda. Orang tua juga perlu memperhatikan jika pakaian, buku, ponsel, atau barang pribadi anak tiba-tiba hilang atau rusak.
2. Sering mengeluhkan sakit kepala atau sakit perut
Anak yang mengalami tekanan dapat mengeluhkan sakit kepala, sakit perut, mual, atau keluhan fisik lainnya. Namun, gejala tersebut juga bisa disebabkan kondisi medis sehingga tetap perlu diperhatikan secara menyeluruh.
3. Perubahan emosi dan perilaku
Orang tua perlu waspada jika anak yang biasanya ceria tiba-tiba menjadi pendiam, cemas, mudah marah, agresif, atau menarik diri. Perubahan pola tidur, mimpi buruk, perubahan nafsu makan, serta kehilangan minat terhadap kegiatan yang sebelumnya disukai juga dapat menjadi tanda tekanan.
4. Mulai menghindari sekolah dan teman
Anak mungkin tiba-tiba enggan pergi ke sekolah, sering meminta pulang, menghindari kegiatan sekolah, mengalami penurunan nilai, atau tidak lagi ingin bertemu teman-temannya. Kehilangan teman secara tiba-tiba dan menarik diri dari kegiatan sosial juga patut diperhatikan.
5. Menunjukkan perubahan saat menggunakan ponsel
Pada kasus cyberbullying, anak dapat terlihat cemas atau tertekan setelah menggunakan ponsel, menjadi sangat tertutup mengenai aktivitas daring, menyembunyikan layar, atau justru tiba-tiba menghindari perangkat yang sebelumnya sering digunakan.
Baca juga:
Celine Evangelista Berencana Pindah ke Madinah Bersama Anak-anak
Apa yang Bisa Dilakukan Orang Tua?
Jika menemukan beberapa perubahan tersebut, orang tua sebaiknya tidak langsung menyimpulkan bahwa anak menjadi korban bullying. Buka komunikasi dengan tenang dan tanyakan tentang kegiatan sekolah, teman, serta hal-hal yang membuat anak tidak nyaman.
Jika anak mengaku mengalami perundungan, catat waktu, tempat, bentuk kejadian, dan pihak yang terlibat. Untuk kasus cyberbullying, simpan bukti seperti tangkapan layar atau pesan yang berkaitan dengan kejadian.
Selanjutnya, orang tua dapat menghubungi guru, konselor, atau pihak sekolah untuk membahas langkah penanganan. Jangan menyalahkan anak atas perundungan yang dialaminya.
“Deteksi dini melalui tanda-tanda pada anak menjadi korban perundungan sangat diperlukan,” kata Anjar, pakar yang dikutip dalam laporan Kompas.id mengenai perundungan di sekolah Indonesia.
Tidak semua anak yang mengalami perundungan akan menunjukkan tanda yang jelas. Karena itu, komunikasi rutin dan perhatian orang tua tetap penting untuk mengetahui perubahan yang terjadi pada anak.
Jika anak menunjukkan tanda bahaya serius seperti menyakiti diri sendiri atau berbicara tentang keinginan untuk mengakhiri hidup, segera cari bantuan profesional dan pastikan anak berada dalam kondisi aman.


