Viral Video Wayan Koster Tegur Pegawai SPBU, Ini KronologinyaTangkapan layar video viral pegawai menyampaikan keluhan pada Gubernur Bali. (@dewaswam/Instagram)

Pentamedianetwork.com – Video pertemuan tegang antara Gubernur Bali Wayan Koster dan operator SPBU di Jalan Diponegoro, Denpasar, menjadi sorotan setelah beredar di media sosial. Peristiwa pada Rabu malam (14/10/2026) itu bermula ketika petugas mengeluhkan kelelahan di tengah kebijakan operasional SPBU selama 24 jam untuk mengurai antrean bahan bakar minyak (BBM).

Dalam rekaman yang beredar, seorang operator perempuan tampak menangis saat menyampaikan keluhannya kepada Koster.

“Saya bukan robot, saya juga capek, Pak. Iya, saya pegawai, tapi saya punya hak juga,” ujarnya sambil menahan air mata.

Petugas tersebut juga meminta Koster merasakan langsung kondisi pekerja di lapangan.

“Coba Bapak di sini, di lapangan bagaimana rasanya?” kata pegawai tersebut.

Dalam video yang sama, Koster terdengar menjawab dengan nada tegas.

“Diam kamu. Pegawai kamu.” kata Koster.

Ia kemudian meminta pengelola SPBU menindak pegawai tersebut.

“Heh, usir pegawai kamu tuh,” sebagaimana terdengar dalam rekaman yang beredar.

Admin SPBU setempat, Tria, menjelaskan bahwa para operator terkejut ketika diminta melayani konsumen selama 24 jam. Dalam keterangannya kepada detikBali, ia menyebut salah satu operator masih menyusui.

“Kan mereka jadi kaget (diminta buka 24 jam), apalagi ada satu operator saya itu masih menyusui,” ujarnya saat ditemui di lokasi, dikutip detikBali.

Menurut Tria, SPBU tersebut memiliki 12 operator yang seluruhnya perempuan. Keterbatasan tenaga kerja membuat pengaturan jadwal pengganti tidak bisa dilakukan dengan cepat.

“Karena mereka juga capek kan pengen diganti juga cuma kan nggak secepat itu bisa nyari orang yang bisa gantiin,” tambah Tria.

Sehari setelah video itu ramai dibicarakan, Koster memberikan klarifikasi. Ia membantah adanya miskomunikasi dan mengatakan bahwa dirinya meminta petugas tetap melayani konsumen.

“Enggak (ada miskomunikasi). Saya bilang jangan ngeluh, layani konsumen. Walaupun capek ya layani, enggak boleh ngerasa capek,” katanya di Denpasar, Kamis (15/10/2026), sebagaimana dilaporkan Kompas.com.

Koster juga menyebut kelelahan sebagai kemungkinan penyebab reaksi petugas tersebut. Ia mengatakan personel TNI telah dikerahkan untuk membantu operasional SPBU pada malam hari.

Baca juga:

Pegawai SPPG Bantul Dipecat Usai Video Ejek Korban Dugaan Keracunan MBG Viral

“Iya mungkin kecapean. Enggak ada masalah,” ujar Koster, dilansir SuaraBali.id. “Untuk malam petugasnya dari TNI,” katanya.

Menurut laporan detikBali, personel TNI direncanakan membantu operasional malam di SPBU wilayah Denpasar dan Badung untuk mendukung layanan 24 jam dan mengurangi antrean BBM.

Video tersebut memicu kritik terhadap cara Koster merespons keluhan pekerja. Sorotan juga muncul dari massa Aksi Kamisan Bali yang menilai pengaturan jam kerja dan komunikasi pemerintah perlu mendapat perhatian di tengah situasi antrean BBM.

Sementara itu, Pertamina Patra Niaga menyatakan terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU mengenai pengaturan jam kerja dan istirahat petugas.

“Pertamina terus berkoordinasi dengan pengelola SPBU untuk memastikan pengaturan jam kerja, sistem shift, dan waktu istirahat sesuai ketentuan,” ujar Area Manager Communication Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus Ahad Rahedi, Kamis (15/10/2026), sebagaimana dikutip Kompas.com.

Insiden ini menyoroti tantangan operasional SPBU selama antrean BBM, terutama terkait kecukupan tenaga kerja dan pengaturan waktu istirahat. Di sisi lain, respons gubernur terhadap keluhan operator turut memunculkan perdebatan mengenai komunikasi pejabat publik saat menghadapi persoalan di lapangan.

Author